Mediacirebon.id – Walikota Cirebon, Effendi Edo meninjau langsung kondisi longsor yang menggerus sebagian Jembatan Lebakngok di RW 11 Bendakerep, Kelurahan Argasunya, Selasa (24/2/2026).
Jalan dan jembatan di Lebakngok yang jadi akses penghubung utama warga itu terancam putus setelah tebing di kedua sisi mengalami longsor akibat gerusan arus sungai Bendakerep.
Hasil peninjauan walikota meminta jalan dan jembatan hanya diizinkan untuk akses roda dua. Namun harus ekstra hati-hati pasalnya ada penyempitan akibat badan jalan tergerus longsor.
“Pelan-pelan saat melintas apalagi usai hujan karena jalannya licin dan rawan longsor susulan,” kata Edo kepada wartawan.
Dia memastikan perbaikan akan segera dilakukan oleh Pemkot Cirebon bersama BBWS Cimancis, dan Polres Cirebon Kota. Perbaikan bersifat sementara mengingat kondisi cuaca masih musim hujan.
“Jumat (27/2/2026) akan dimulai perbaikan Mudah-mudahan dalam beberapa minggu ke depan jalan ini sudah kembali normal,” ujar Edo.
Sementara itu, Kepala BBWS Cimanuk–Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro menjelaskan tahap awal penanganan difokuskan pada perbaikan, normalisasi alur sungai dan pengurangan tekanan arus ke badan jembatan.
“Kita akan luruskan dulu alurnya, membuat pemecah arus, serta membangun tanggul darurat. Jadi kalau terjadi banjir lagi, air sudah terarah dan tidak menghantam tebing sungai di sisi kanan,” ujar Agus.
Selain itu, pihaknya juga akan memasang pemecah arus untuk meminimalkan dampak gerusan air terhadap struktur jembatan.
Untuk mendukung proses perbaikan, BBWS akan mengerahkan alat berat. Namun, karena medan yang cukup sulit, alat berat direncanakan masuk melalui jalur sungai dari arah hilir.
“Pengalaman sebelumnya, alat berat tidak bisa langsung masuk ke lokasi. Jadi akan diturunkan dari hilir dan masuk melalui sungai,’ jelasnya.
Proses normalisasi sungai ditargetkan dapat selesai dalam waktu sekitar dua bulan, tergantung kondisi di lapangan dan kelancaran mobilisasi alat berat.
Terkait kondisi jembatan, Agus menyebut struktur utama dan pilar masih dalam kondisi cukup kuat. Karena itu, penanganan difokuskan pada langkah pencegahan agar kerusakan tidak semakin parah.
Sebagai upaya perlindungan tambahan, pihaknya akan menata batu-batu di sekitar lokasi untuk memperkuat kaki pilar jembatan dengan metode riprap. Cara ini dinilai lebih efisien dan hemat biaya karena memanfaatkan material yang tersedia di sekitar lokasi. (Why)
