Close Menu
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Media Cirebon
Home » Limbah Kentang Busuk Dibuang Sembarangan, Pedagang Batik Terganggu

Limbah Kentang Busuk Dibuang Sembarangan, Pedagang Batik Terganggu

Tuesday, 30 September 2025
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Limbah pakan ternak dari kentang busuk ditutupi urugan tanah di depan pasar batik trusmi
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Setelah warga Setu Kulon, kini pedagang kaki lima (PKL) di area pasar batik bau tidak sedap. Diduga bau berasal dari pembuangan limbah pakan ternak.

Salah satu pedagang, Yogi menyampaikan sudah satu minggu bau tidak sedap dirasakan oleh para pedagang. Awalnya diduga berasal dari tempat pembuangan sampah, setelah kita telusuri berasal dari lahan kosong depan pasar batik.

“Saya lihat ada kentang busuk yang ditutupi dengan tanah. Dugaan kami dari limbah pakan ternak” ucapnya saat diwawancari Selasa (30/9/2025).

Lihat Juga :  Faizal Nurathman Pede Maju Jadi Calon Ketua IJTI Jabar

Akibat bau busuk para pedagang mengalami penurunan omset penjualananya. Tak jarang pengunjung mengeluh dengan bau dari limbah kentang busuk.

“Bau itu sangat mengganggu, kita merasa dirugikan akibat bau kenteng busuk itu, penjualan turun selama satu minggu ini,” tegasnya.

senada dengan Supervisor Tropicana, Hasan Bisri, mengaku pihaknya telah menerima banyak keluhan dari pengunjung sejak sepekan terakhir.

“Hampir satu minggu bau busuk itu masuk ke area kolam renang, bahkan sampai ke dalam swalayan. Puncaknya tiga hari kemarin Jumat, Sabtu dan Minggu parah sekali, banyak pengunjung yang mengeluh mual-mual,” ujar Hasan.

Lihat Juga :  Klinik Pratama Sehati dan MataQu, untuk Layanan Kesehatan Terjangkau

Tidak hanya itu, beberapa pengunjung bahkan mengalami muntah akibat bau yang terlalu menyengat. Hasan menduga limbah dibuang dalam jumlah besar oleh kendaraan truk.

“Awalnya saya kira dari sampah biasa. Setelah dicek oleh teknisi, ternyata benar ada aktivitas pembuangan limbah di lahan sebelah. Truk mondar-mandir lebih dari sepuluh kali, dari siang sampai malam,” tambahnya. (Aap)

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Wakil Walikota Cirebon Pimpin Perwosi Periode 2026-2030

Thursday, 16 April 2026 Serba Serbi

Stok Menitipis, Ratusan Kapal Nelayan Sandar di PPN Kejawanan

Thursday, 16 April 2026 Utama
Terbaru
  • Wakil Walikota Cirebon Pimpin Perwosi Periode 2026-2030
  • Stok Menitipis, Ratusan Kapal Nelayan Sandar di PPN Kejawanan
  • BPS dan Kadin Sinergi Sensus Ekonomi 2026 di Kota Cirebon
  • Anggaran Penginapan DPRD Kab Cirebon Mencapai Rp4,31 Miliar
  • Tuntut Gaji Layak, PPPK Paruh Waktu Lapor ke DPRD Kota Cirebon
  • Bupati Cirebon Ajak Duta Besar Bulgaria Kerja Sama Industri
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.