Close Menu
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Media Cirebon
Home » Langgar Komitmen, Warga Cabut Paksa Sawit di Desa Cigobang
Utama

Langgar Komitmen, Warga Cabut Paksa Sawit di Desa Cigobang

Friday, 16 January 2026
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
lantaran langgar komitmen, pohon kelapa sawit di Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon dicabut paksa oleh warga setempat
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – lantaran langgar komitmen, pohon kelapa sawit di Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon dicabut paksa oleh warga setempat, Jumat (16/1/2026)

Sebelumnya, dalam musyawarah bersama warga pihak perusahaan berjanji akan mencabut pohon sawit secara mandiri pada Kamis (15/1/2026) kemarin. Dalam musyawarah juga disepakati tidak ada ganti rugi atas pencabutan pohon sawit.

Namun sampai dengan batas waktu yang sudah disepakati tidak ada tindakan dari perusahaan.  Pihak perusahaan juga meminta ganti rugi Rp15 ribu untuk satu pohon.

“Kami kesal karena janjinya tidak dilaksanakan apalagi meminta ganti rugi. Jadi bersama warga yang lain kami cabut pohon yang sudah ditanam,” kata Awi salah satu warga.

Lihat Juga :  Pemda Kota Cirebon Raih Penghargaan Kategori Inovasi Terbaik dari DJP Jabar II

Menurutnya, keberadaan sawit dapat menyebabkan krisis air bersih di desa Cigobang. Kekhawatiran warga terkait bencana alam akibat alih fungsi lagan.

“Pohon sawit tidak bisa menahan ketika terjadi bencana. Beda dengan pohon lain yang bisa menyerap air dan akarnya kuat,” jelasnya.

Warga menyebut jumlah sawit mencapai sekitar 400 pohon dengan luas sekitar 2,5 hektare dan direncanakan berkembang hingga 4 hektare.

“Makanya saya daripada nanti lebih banyak kita repot, mendingan masih kecil lah, masih sedikit. Kita usahakan jangan sampai ada sawit,” katanya.

Lihat Juga :  Pedasnya Harga Cabai di Kota Cirebon, Tembus Rp100 Ribu Per Kilogram

Kepala Desa Cigobang, M Abdul Zei, mengakui pihak pemerintah desa telah berupaya menahan gejolak warga hampir satu bulan.

“Sebenarnya tuntutan warga hanya ingin tidak ada pohon kelapa sawit di wilayah Desa Cigobang,” katanya.

Terkait potensi intimidasi dari pihak perusahaan, Zei menyatakan pemerintah desa akan melindungi warganya.

“Kalaupun ada indikasi intimidasi dari pihak perusahaan, insya Allah kami akan membebaskan dan akan lapor,” tegasnya. (Why)

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Previous ArticleDaop 3 Cirebon Hadirkan Tarif Perjalanan KA Terjangkau dan Nyaman
Next Article Perjuangan Kader KB Desa Ciguha, Lawan Jalan Terjal Demi MBG

Related Posts

Anggaran Wisuda Lansia Salimah Kota Cirebon, Dari Sedekah Minyak Jelantah

Saturday, 31 January 2026 Utama

Pemkot dan KONI Mulai Persiapan PORPROV XVJabar 2026

Friday, 30 January 2026 Utama

Tahun 2025, Daop 3 Cirebon Tutup 16 Palang Pintu Ilegal

Friday, 30 January 2026 Utama
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.