Close Menu
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Media Cirebon
Home » Komisi III Tampung Aspirasi Sejarawan soal Pelurusan Hari Jadi Cirebon
Wakil Rakyat

Komisi III Tampung Aspirasi Sejarawan soal Pelurusan Hari Jadi Cirebon

Tuesday, 27 September 2022
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id  – Komisi III DPRD Kota Cirebon mengakomodir aspirasi dari para pegiat sejarah dan budaya. Poin utamanya mereka meminta untuk mengkaji kembali riwayat penetapan Hari Jadi Cirebon.

Dalam rapat dengar pendapat atau hearing Komisi III DPRD bersama Disbudpar Kota Cirebon dan para pegiat sejarah, Selasa (27/9/2022), di Griya Sawala gedung DPRD, terdapat beberapa hal yang dibahas. Misalnya adalah konversi tahun berdirinya Kota Cirebon pada 1 Muharam 791 Hijriah yang dianggap kurang sesuai.

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Benny Sujarwo menjelaskan, sesuai dengan pembahasan rapat tersebut seharusnya perhitungan tahun yang dipakai bukan tahun 791 Hijriah. Sebab, jika dikonversikan ke Masehi menjadi tahun 1369.

“Ada sejumlah budayawan dan sejarawan yang mempermasalahkan tahun lahirnya Kota Cirebon. Jika tahun lahir itu 791 Hijriah, maka bila dikonversikan akan menjadi tahun 1369 Masehi,” kata Benny usai rapat.

Lihat Juga :  Komisi III DPRD Dukung Atlet Kota Cirebon Berlaga di Popwilda Jabar 2024

Periode itu dianggap tidak sesuai dengan fakta historis yang ada. Hal ini karena berdasarkan keterangan dalam Naskah Purwaka Caruban Nagari, Pangeran Walangsungsang atau dikenal juga dengan Mbah Kuwu Cirebon lahir pada tahun 1423 Masehi.

Jadi, sambung Benny, kalau masih mengacu pada tahun 791 Hijriah, maka akan muncul kerancuan yang sangat janggal pada Hari Jadi Cirebon. “Mbah Kuwu Cirebon saja lahirnya tahun 1423 Masehi. Masa pendirinya saja belum lahir tapi kotanya sudah berdiri,” ungkapnya.

Saat ini Komisi III DPRD Kota Cirebon tengah menampung terlebih dahulu aspirasi dari para sejarawan untuk pelurusan Hari Jadi Cirebon. Pihaknya juga menyambut baik adanya upaya pelurusan sejarah ini.

Lihat Juga :  Ketua DPRD Lepas Pawai Ta'aruf MTQ Ke-55 Tingkat kota Cirebon

“Kami akan tampung dulu aspirasi mereka, karena untuk merubah sebuah perda harus ada beberapa tahapan yang dilalui,” tuturnya.

Sedangkan saat rapat berlangsung salah satu pemerhati sejarah Cirebon, Mustaqim Asteja menilai, perhitungan usia Kota Cirebon dengan penanggalan sistem Hijriah dianggap kurang relevan. Sehingga diperlukan tanggal dan tahun yang pasti untuk mempermudah perhitungan tersebut.

“Selisih setiap tahunnya itu rancu. Sebaiknya kalau hitungannya tetap pada 1 Muharam maka harus ikut hitungan Hijriah,” kata Mustaqim.

Sebagai informasi, dalam rapat hearing tersebut turut hadir Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, dr Tresnawaty SpB, serta Anggota Komisi III, Andrie Riyanto Lie SE dan Cicih Sukaesih.

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Previous ArticlePraperadilan Kedua Tersangka Kasus Riol Ditolak
Next Article Komisi I Beri Empat Catatan terkait Pembangunan Perumahan di Larangan

Related Posts

Rawan Ambruk, Rekomendasi Komisi II DPRD Disnaker Pindah Kantor

Tuesday, 27 January 2026 Wakil Rakyat

Satpol PP Bahas Penertiban Bangunan Liar di Sempadan Sungai

Sunday, 25 January 2026 Wakil Rakyat

Komisi II Minta DUPTR Fokus Tangani Banjir dan Infrastruktur Tahun 2026

Wednesday, 21 January 2026 Wakil Rakyat
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.