Close Menu
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Media Cirebon
Home ยป Komisi II Fasilitasi Pertemuan Gapensi dengan Pemkot Cirebon

Komisi II Fasilitasi Pertemuan Gapensi dengan Pemkot Cirebon

Friday, 17 September 2021
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Komisi II DPRD Kota Cirebon memfasilitasi pertemuan Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) dengan Pemerintah Kota Cirebon, Kamis (17/9/2021) pagi, di ruang serbaguna DPRD Kota Cirebon.

Pertemuan tersebut, Gapensi menyampaikan kekecewaan terhadap instansi pemerintah, baik Inspektorat, Unit Layanan Pengadaan (ULP) perihal proses pengadaan barang dan jasa.

“Pertemuan ini merupakan upaya menyampaikan kekecewaan Gapensi. Kami bersyukur bisa bertemu dan mendapatkan penjelasan langsung,” ujar Edi Mulyadi STNT, Korwil Gapensi Jawa Barat.

Edi juga mengaku, harusnya pemerintah bisa saling terbuka dengan pengusaha Jasa kontruksi (Jakon) di Cirebon. Sehingga tidak ada keluhan persoalan proses pengadaan barang dan jasa, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan penggunaan barang dan jasa.

“Kita bisa lihat, proses pengadaan barang dan jasa kerap berurusan dengan aparat hukum. Ini harus dibedah agar ada solusi dan kebaikan ke depan,” kata dia.

Lihat Juga :  Ternyata Tersangka Pembuat Onar di Bima dan Kedawung, Dalam Pengaruh Narkoba

Edi menilai, perlu dibangun komunikasi yang baik agar saat ada persoalan bisa lebih cair. “Kalau sudah masuk ranah hukum, pembangunan juga akan terhambat selama kasus berjalan,” ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs Agus Mulyadi MSi mengatakan, paling penting adalah bisa saling memahami tugas dan fungsi sesuai ketentuan, supaya mulai dari proses hingga serah terima pengadaan barang dan jasa bisa berjalan baik.

Agus juga mendukung, apabila dalam setahun ada pertemuan Pemkot Cirebon dengan pengusaha Jakon, supaya selama proses pengadaan dan pelaksanaan barang dan jasa bisa saling memahami kondisi masing-masing.

“Selama ini, 60 persen pengada barang dan jasa di Kota Cirebon adalah pengusaha lokal. Sisanya dari luar Kota Cirebon,” tuturnya.

Lihat Juga :  Ruas Jalan Kartini Kota Cirebon Akan Diaspal, Anggaran Rp4 Miliar

Sementara itu, Ketua Komisi II, Ir Watid Sahriar MBA mengatakan, melalui pertemuan ini DPRD memberikan beberapa rekomendasi.

“Paling utama adalah agar Pemkot Cirebon meluangkan waktu untuk bisa membangun komunikasi dengan baik dengan para Jakon di Cirebon,” ujarnya.

Watid juga menilai, persoalan antara Jakon dan pemerintah ini sudah lama. Namun selalu dan berulang. Sehingga diperlukan formula agar persoalan Jakon ini tidak lagi mencuat.

Kemudian, dalam pertemuan ini juga Watid meminta kepada para Jakon di Cirebon agar harga penawaran dalam lelang tidak membanting harga.

“Idealnya penurunan harga dari pagu anggaran proyek itu maksimal 15 persen. Kalau sudah lebih dari itu sudah tidak masuk akal. Karena akan terjadi penurunan kualitas bahan bangunan,” katanya.[Why]

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Data BPS, Angka Pengangguran di Kab Cirebon Menurun

Thursday, 7 May 2026 Utama

Wawali Diudang Rapat Rotasi, Namun Berhalangan Hadir

Thursday, 7 May 2026 Utama
Terbaru
  • Data BPS, Angka Pengangguran di Kab Cirebon Menurun
  • Wawali Diudang Rapat Rotasi, Namun Berhalangan Hadir
  • Ditegur Ngebut Bonceng Tiga, Pelajar Mabok Bacok Mahasiswa
  • Warga Sutawinangun Demo Tuntut Transparansi APBDes
  • HSG Sampaikan Bantahan Secara Detail ke BK DPRD
  • GITA CITRA CITA, Pergelaran Amal untuk Menyalakan Harapan Anak Pejuang Kanker
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.