Mediacirebon.id – Direktur LBH Buana Caruban Nagari, Reno Sukriano menyoroti satu tahun kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Cirebon Effendi Edo- Siti Farida.
Reno mengkritik kinerja pemerintah daerah yang dinilai belum menunjukkan capaian signifikan, terutama dalam pengelolaan perusahaan daerah dan penyelesaian kewajiban keuangan.
“Ada beberapa persoalan yang belum diselesaikan oleh Walikota dan Wakil Walikota Cirebon Effendi Edo- Siti Farida,” katanya, Jumat (20/2/2026)
Dia menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi dua badan usaha milik daerah (BUMD) yakni Perumda Pembangunan (PDP) dan Perumda BPR Cirebon yang telah tutup atau bangkrut dalam kurun waktu setahun terakhir.
“Effendi Edo–Siti Farida sudah membiarkan dua perusahaan daerah tutup alias bangkrut. Jadi saya pikir ini bukan prestasi, ini harus dievaluasi,” ujar Reno.
Menurut Reno, penutupan dua perusahaan daerah ini menjadi catatan serius karena berdampak pada pelayanan publik, pendapatan asli daerah (PAD), hingga nasib para karyawan yang menggantungkan hidupnya pada BUMD tersebut.
Pihaknya meminta ada evaluasi terbuka terhadap kinerja pemerintah daerah selama setahun terakhir. Sekaligus menyusun langkah perbaikan yang terukur dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Bukan hanya persoalan perumda, Reno menyoroti mencuatnya persoalan utang Wali Kota Cirebon, Effendi Edo yang belum terselesaikan kepada seorang pengusaha bernama Handoyo.
Persoalan tersebut menjadi buah bibir di masyarakat dan harus segera diselesaikan. Mengingat akan mengganggu stabilitas pemerintahan dan kinerja walikota ke depan.
“Alangkah baiknya segera diselesaikan jangan jadi buah bibir yang nanti berdampak terhadap kinerja,” katanya. (Why)
