Close Menu
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Media Cirebon
Home ยป Khawatir Longsor, Warga RW 11 Bendakerep Sukarela Pasang Bronjong
Utama

Khawatir Longsor, Warga RW 11 Bendakerep Sukarela Pasang Bronjong

Saturday, 24 January 2026
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
warga RW 11 Bendakerep, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon gotong royong membuat bronjong di sepanjang Sungai Bendakerep.
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – warga RW 11 Bendakerep, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon gotong royong membuat bronjong di sepanjang Sungai Bendakerep. Bronjong dipasang pada bagian sungai yang rawan longsor.

Pembangunan bronjong di inisiasi oleh warga yang merasa khawatir terjadi longsor saat Sungai Bendakerep meluap. Mengingat sepanjang sungai ini belum dilengkapi bronjong.

Ketua RW 11 Jubaedi mengatakan, Pembangunan bronjong dilakukan secara mandiri, mulai dari pengadaan material hingga proses pengerjaan. Warga bahu-membahu memasang kawat dan batu di sepanjang bantaran Sungai Bendakerep.

“Semuanya dari warga yang sukarela membantu baik materil maupun moral. Semoga bronjong bisa menahan longsor,” katanya kepada wartawan, Sabtu (24/1/2026)

Masih kata Jubaedi, sepanjang Sungai Bendakerep struktur kiri dan kanan berupa tebing curam dengan ketinggian mencapai sekitar 10 meter. Sementara di bagian atasnya berdiri permukiman warga.

Lihat Juga :  Alami Depopulasi, Penduduk Kota Cirebon Bertambah 2,03 Persen

“Kalau tidak dibuat bronjong kami khawatir longsor. Apalagi jaraknya dekat dengan pemukiman warga,” ujarnya.

Sementara itu Lurah Argasunya Mardiansyah, mengatakan keterbatasan anggaran tidak menyurutkan semangat warga untuk melakukan langkah-langkah antisipatif. Untuk material bronjong, seperti ban bekas, diperoleh dari sumbangan para alumni Pondok Pesantren Bendakerep.

“Kami berharap pembangunan bronjong ini bisa memberikan rasa aman bagi warga, khususnya saat curah hujan tinggi,” katanya.

Mardiansyah mengungkapkan, persoalan bantaran Kali Benda bukanlah masalah baru. Kondisi tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan sudah berulang kali disampaikan warga kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung.

Lihat Juga :  Tinta Cetak Menipis, Layanan Pembuatan KTP Dibatasi

Berdasarkan laporan para RW, pengajuan penanganan bantaran sungai telah dilakukan sejak 2020. Bahkan, pihak kelurahan kembali mengajukan usulan perbaikan pada 2023.

“Sudah kami ajukan ulang pada 2023, tetapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” ujarnya.

Menurut Mardiansyah, Kali Benda membentang lebih dari dua kilometer di wilayah Kelurahan Argasunya, mulai dari Jembatan Lebak Ngok hingga kawasan Masjid Kalilunya dan Kedung Krisik. Sepanjang aliran tersebut, bantaran sungai masih dibiarkan tanpa tanggul maupun penyangga tebing.

“Sepanjang aliran itu belum ada pengaman tebing. Inilah yang membuat wilayah Argasunya sangat rawan longsor,” pungkasnya. (Why)

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Previous ArticlePiutang RSD Gunung Jati, Direktur Wajib Tanggung Jawab
Next Article Jigus Buka Turnamen Sirkuit Bridge Bupati Cup 2026

Related Posts

Izin Usaha BPR Bank Cirebon Dicabut OJK, Pemkot Cirebon Pastikan Hak Nasabah Aman

Tuesday, 10 February 2026 Serba Serbi

Buku Raport Merah Sang Jendral Listyo Sigit Prabowo Terjual 12 Ribu Eksemplar

Tuesday, 10 February 2026 Utama

Izin Usaha BPR Bank Cirebon Dicabut, OJK Pastikan Dana Nasabah Aman

Monday, 9 February 2026 Utama
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.