Close Menu
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Media Cirebon
Home ยป Karnaval HAN, Wamenaker Minta Pengusaha Tolak Pekerja Anak
Utama

Karnaval HAN, Wamenaker Minta Pengusaha Tolak Pekerja Anak

Tuesday, 30 July 2024
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Polresta Cirebon bersama KPAID Kabupaten Cirebon menggelar Karnaval Pelajar Kampanye Stop Kekerasan, dalam Rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2024. (Foto. Aap)
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Polresta Cirebon bersama KPAID Kabupaten Cirebon menggelar Karnaval Pelajar Kampanye Stop Kekerasan, dalam Rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2024, Selasa (30/7/2024).

Start karnaval dari Mapolresta Cirebon hingga hutan kota Sumber tersebut diikuti 4000 pelajar dari tingkat SD sampai SMA di Kabupaten Cirebon. Turut hadir Wamenaker RI Afriansyah Noor dalam karnaval tersebut.

Afriansyah Noor mengatakan, pihaknya banyak menerima laporan dari masyarakat mengenai penguasaha yang mempekerjakan anak di bawah umur.

Lihat Juga :  Bayar Retribusi Menara Telekomunikasi, Cukup Pakai Aplikasi Permata

“Kami menerima laporan banyak anak yang bekerja masih di bawah umur,” kata Afriansyah Noor saat di wawancarai

Menanggapi laporan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan segera membuat peta jalan dan melakukan sosialisasi dalam rangka Hari Anak Nasional.

Sosialisasi ini ditujukan kepada perusahaan, industri, dan wirausaha agar tidak memperkerjakan anak-anak di bawah umur, terutama dalam pekerjaan berat yang mengancam jiwa dan raga.

“Kami menghimbau seluruh elemen dan stakeholder untuk menjaga anak-anak dan melindungi mereka dari pekerjaan yang tidak sesuai usia,” ujar Afriansyah Noor.

Lihat Juga :  DPRD Kota Cirebon Dorong Pemerintah Perhatikan Guru RA dan PAUD

Afriansyah menekankan bahwa kekerasan terhadap anak sering kali terjadi di lingkungan sekitar dan sering dilakukan oleh orang-orang terdekat, sehingga menjadikannya sangat rentan.

“Ini bukan hanya tanggung jawab KPAID atau aparatur keamanan, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua. Kabupaten Cirebon khususnya harus betul-betul dijaga dan ditingkatkan pengawasannya terhadap anak-anak,” tegasnya. (Aap)

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Previous ArticleDPKP Kota Cirebon Latih Warga Pekalipan Cegah Kebakaran
Next Article Musim Kemarau, Petani di Pejambon Terima Bantuan Pompa Air

Related Posts

Pemkot dan KONI Mulai Persiapan PORPROV XVJabar 2026

Friday, 30 January 2026 Utama

Tahun 2025, Daop 3 Cirebon Tutup 16 Palang Pintu Ilegal

Friday, 30 January 2026 Utama

Tengah Dikaji, BUMD Barjas Akan Berdiri di Kabupaten Cirebon

Friday, 30 January 2026 Serba Serbi
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.