Close Menu
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Media Cirebon
Home ยป GPM, 10 Ton Beras dengan Harga di Bawah Pasar Ludes Terjual
Utama

GPM, 10 Ton Beras dengan Harga di Bawah Pasar Ludes Terjual

Sunday, 17 September 2023
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Pemkot Cirebon menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menekan harga kebutuhan pokok yang merangkak naik. (Ist)
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Sebanyak 10 ton beras ludes terjual saat kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di lapangan Kesambi, Kota Cirebon, Minggu (17/9/2023). Pasalnya, Pemkot Cirebon menjual dengan harga di bawah pasar.

“Harga beras saat ini Rp 14 ribu per kilogram, kami jual di GPM dengan harga Rp 10.400 per kilogram,” kata Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Kota Cirebon Elmi Masruroh.

Ia menyebutkan beberapa langkah konkret dinilai efektif untuk stabilisasi harga beras di pasar tradisional Kota Cirebon. Sebab, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pasar (SPHP) dengan harga maksimal Rp10.900 per kg tersedia untuk masyarakat.

Lihat Juga :  Ratusan Wisudawan UGJ dipesankan Meningkatkan Soft Skills

GPM kata Elmi, merupakan upaya Pemkot Cirebon dalam mengendalikan harga beras. Dia berharap, GPM mampu menekan harga beras di pasar yang tengah mengalami kenaikan.

“Harapan kami harga beras yang tengah naik itu kembali normal,” ungkapnya.

Terkait pasokan, pihaknya memastikan stok beras di Kota Cirebon masih aman. Bahkan melampaui kebutuhan berdasarkan neraca pangan wilayah.

“Pasar induk di Pasar Pagi menjadi pusat distribusi yang memungkinkan banyak daerah sekitarnya untuk memasok beras,” katanya.

Lihat Juga :  Cari Bibit Atlet Catur, Herman Khaeron Cup Tahun 2025 Sukses Digelar

Elmi mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan (overbuying) atau menimbun beras, karena tindakan tersebut dapat memengaruhi kenaikan harga yang tidak diinginkan. (Why)

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Previous ArticleBacaleg DPRD Jabar Ratnawati, Sapa Warga Kebon Benteng
Next Article Anggota DPR-RI Komisi VI, Herman Khaeron Dorong PGEO Manfaatkan Energi Panas Bumi

Related Posts

Pemkot dan KONI Mulai Persiapan PORPROV XVJabar 2026

Friday, 30 January 2026 Utama

Tahun 2025, Daop 3 Cirebon Tutup 16 Palang Pintu Ilegal

Friday, 30 January 2026 Utama

Tengah Dikaji, BUMD Barjas Akan Berdiri di Kabupaten Cirebon

Friday, 30 January 2026 Serba Serbi
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.