Mediacirebon.id – Ketegangan geopolitik dunia antara AS vs Iran tidak berpengaruh besar terhadap perdagangan berjangka, khususnya
PT Equityworld Futures (EWF) Cabang Cirebon. Kondisi tersebut hanya berpengaruh terhadap perdagangan minyak mentah dunia.
Kepala Cabang PT EWF Cirebon Ernest Firman mengungkapkan bahwa, di bulan Maret 2026 investor cenderung masih memantau perkembangan geopolitik dunia. EWF sendiri belum mencatat perkembangan selama tiga bulan ini.
“Karena kita masih berada di kuartal pertama dan belum selesai, memang ada pengaruh dari ketegangan global. Banyak pelaku pasar yang masih melihat dulu kondisi dunia seperti apa sebelum mengambil keputusan,” ujar Ernest kepada wartawan, Kamis (12/3/2026)
Ernest menjelaskan dalam perdagangan berjangka, pihaknya tidak bertransaksi dalam bentuk fisik komoditas, melainkan hanya memperdagangkan pergerakan harga. Hal tersebut membuat pelaku trading dapat memanfaatkan momentum naik turunnya harga komoditas.
“Karena kita tidak memegang fisik barang, yang kita transaksikan adalah pergerakan harganya. Jadi ketika harga melonjak, itu justru menjadi peluang trading,” katanya.
Sementara untuk komoditas emas, Ernest memprediksi harga dalam waktu dekat berpotensi mengalami koreksi ringan setelah sebelumnya bergerak di kisaran level tinggi.
“Untuk emas, saat ini pergerakannya tertahan di kisaran sekitar 5.000 sampai 5.200 dolar AS per troy ounce. Kemungkinan ada sedikit penurunan, tapi tetap menarik untuk diperhatikan,” jelasnya.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan dalam kondisi konflik global seperti saat ini, informasi yang beredar di media perlu disikapi secara hati-hati. Banyak informasi visual maupun berita yang belum tentu akurat, termasuk yang beredar di media sosial.
“Sekarang banyak juga gambar atau berita yang ternyata hoaks atau dibuat menggunakan teknologi AI. Jadi trader harus lebih selektif dalam menerima informasi,” terangnya.
Ernest menilai situasi geopolitik saat ini masih sulit diprediksi karena masing-masing pihak yang terlibat konflik memiliki narasi berbeda. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan tetap berhati-hati dalam membaca perkembangan global.
Menurutnya, apabila konflik berkepanjangan hingga beberapa bulan ke depan, dampaknya bisa semakin luas terhadap ekonomi global.
