Close Menu
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Media Cirebon
Home ยป Empat Pilar Jadi Penopang Petani dan Nelayan Melalui Budaya Gotong Royong
Utama

Empat Pilar Jadi Penopang Petani dan Nelayan Melalui Budaya Gotong Royong

Monday, 15 December 2025
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Anggota DPR-RI Komisi VI dari Partai Demokrat Herman Khaeron menggelar sosialiasi Empat Pilar Kebangsaan di kelompok petani nelayan Suraneggala, Kecamatan Kapetakan,
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Anggota DPR-RI Komisi VI dari Partai Demokrat Herman Khaeron menggelar sosialiasi Empat Pilar Kebangsaan di kelompok petani nelayan Suraneggala, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Senin (15/12/2025)

Sosialisasi berjalan dalam suasana akrab dan penuh dialog, mencerminkan kedekatan Kang Hero sapaan akrabnya dengan masyarakat di akar rumput khususnya para petani dan nelayan yang selama ini menjadi penopang ketahanan pangan dan ekonomi nasional.

Dia menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika bukan sekadar konsep kenegaraan, melainkan nilai-nilai hidup yang sangat relevan dengan keseharian para petani dan nelayan.

“Pemahaman tentang Empat Pilar Kebangsaan menjadi penting agar perjuangan ekonomi rakyat berjalan seiring dengan semangat persatuan dan kebangsaan,” ujar

Lihat Juga :  Anggota DPR-RI Temukan Bantuan KPM Kemensos Tak Utuh

Kang Hero juga menyoroti tantangan yang dihadapi kelompok tani dan nelayan saat ini, mulai dari perubahan iklim, naik-turunnya harga komoditas, keterbatasan akses permodalan, hingga persoalan kebijakan yang kerap belum sepenuhnya berpihak pada rakyat kecil.

Menurutnya, negara memiliki kewajiban konstitusional untuk hadir dan melindungi kepentingan petani serta nelayan sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945.

“Konstitusi kita menegaskan bahwa sumber daya alam harus dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Itu artinya, petani dan nelayan tidak boleh terus-menerus berada di posisi lemah

DIa mengajak para petani dan nelayan menjaga persatuan dan solidaritas, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah masyarakat.

Lihat Juga :  3 Jenazah Ditemukan Tertimbun Batu di Longsor Gunung Kuda

Ia menekankan bahwa semangat Bhineka Tunggal Ika harus terus dijaga di tengah perbedaan latar belakang, suku, maupun kepentingan. Dalam konteks Pancasila, dia mengajak peserta untuk terus menghidupkan nilai gotong royong dan keadilan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, budaya saling membantu yang sudah mengakar di kalangan petani dan nelayan merupakan wujud nyata pengamalan Pancasila yang perlu dipertahankan dan diperkuat.

“Kita harus memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila tetap hidup di tengah masyarakat. Gotong royong, kebersamaan dan kepedulian sosial adalah kekuatan bangsa yang tidak boleh hilang,” katanya.

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Previous ArticleEmpat Pilar Kebangsaan Pondasi Utama di Tengah Arus Globalisasi
Next Article Pembuatan Inlet Raksasa Buat Jalan Cipto MK Macet

Related Posts

Anggaran Wisuda Lansia Salimah Kota Cirebon, Dari Sedekah Minyak Jelantah

Saturday, 31 January 2026 Utama

Pemkot dan KONI Mulai Persiapan PORPROV XVJabar 2026

Friday, 30 January 2026 Utama

Tahun 2025, Daop 3 Cirebon Tutup 16 Palang Pintu Ilegal

Friday, 30 January 2026 Utama
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.