Mediacirebon.id – Sejumlah sungai di Kota Cirebon sudah terpasang Trash Barrier atau jaring sampah. Alat ini berfungsi menahan sampah dari hulu agar tidak sampai ke hilir atau laut Cirebon.
Trash Barrier sudah terpasang di beberapa titik yaitu Sungai Sukalila yang sedang dinormalisasi, dan banjir kanal di Kedung Pane. Sejauh ini Trash Barrier efektif membentung sampah.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, Fina Amalia Purwantini mengungkapkan, pihaknya sudah mengusulkan Trash Barrier di tiga titik sungai, terutama di titik-titik perbatasan antara wilayah Kota dan Kabupaten.
Kami sudah berkoordinasi dengan BBWS untuk pemasangan barrier di sungai untuk mencegah sampah sampai ke muara bahkan pantai,” ungkap Fina kepada wartawan, Kamis (12/2/2026)
Dengan dipasang Trash Barrier, kata Fina, ini menjadi upaya filtering sampah dari wilayah sungai, sehingga sampah tidak sampai di wilayah muara bahkan mengendap di pantai karena terbawa gelombang pasang.
“Kalau dari darat, kami sudah mengupayakan agar dari darat tidak masuk ke pantai. Jadi sampah di pantai ini murni dari muara sungai dan dari laut,” kata Fina.
Terpisah, Lurah Sukapura, Diza Aji Setya Pambudi mengatakan, sejak November tahun 2025 lalu, BBWS sudah memasang Trash Barrier di banjir kanal Kedung Pane yang masuk wilayahnya.
Sistem ini diakui Diza cukup efektif memfilter dan menahan sampah, hanya saja, perlu juga usaha ekstra untuk pembersihan dan pengangkatan sampah secara rutin, mengingat intensitas sampah yang tertahan cukup tinggi, dan itu dilakukan dengan anggaran dari Kelurahan.
“Kita bisa dua minggu sekali mas mengangkat sampah yang tertahan Trash Barrier ini, dan itu lumayan butuh energi ekstra, butuh tenaga dari DLH. Kadang-kadang baru satu minggu sudah menumpuk, jadi memang sangat efektif,” kata Diza. (Why)
