Close Menu
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Media Cirebon
Home » Demokrat Jabar, Tolak Sistem Proposional Tertutup

Demokrat Jabar, Tolak Sistem Proposional Tertutup

Friday, 30 December 2022
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Jajaran pengurus DPD dan DPC Partai Demokrat se-Jawa Barar. (Ist)
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Sistem proporsional daftar calon terbuka yang berlaku saat ini, tengah digugat Mahkamah Konstitusi (MK). Ketua KPU Hasyim Asy’ary memprediksi pemilu 2024 akan kembali menggunakan sistem proposional tertutup atau hanya memilih partai.

Secara tegas Ketua DPD Partai Demokrat Jabar, Anton Sukartono Suratto menolak sistem proposional tersebut. Bahkan Dia menganggap, sistem proposional tertutup bentuk kemunduran demokrasi.

“Jika MK mengabulkan pengajuan KPU, berarti akan kembali kepada masa lalu,” kata politisi Partai Demokrat yang juga Anggota Komisi 1 DPR- RI.

Anton menjelaskan, senior Partai Demokrat Andi Mallarangeng waktu itu tergabung dalam tim 7 diminta menyusun draft UU Pemilu baru yang demokratis.

Lihat Juga :  Orang Tua Peserta Kejuaraan Karate Bupati Cup Kritik Panitia

Presiden Habibie langsung menyetujui sistem distrik campuran. Hal ini, demi memperkuat pemilu legislatif yang akuntabilitas dan keterwakilan bedasarkan keinginan rakyat.

“Semangat ini harus kita jaga dan rawat bersama-sama. Bukan harus kembali ke jaman orde baru,” ungkapnya.

Anton menilai, sistem proposional tertutup akan merusak sistem partai politik. Sebab, calon anggota legislatif akan berebut nomor urut 1 ketimbang melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui program kerja.

“Calon anggota legislatif lebih cenderung mendekatkan dengan ketua partai untuk bisa mendapatkan kursi dari pada masyarakat,” kata Anton.

Hal yang sama dikatakan, Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Handarujati Kalamullah. Menurutnya, sistem proposional tertutup tidak pro terhadap rakyat. Pasalnya, para calon legislatif tidak mengetahui aspirasi rakyatnya.

Lihat Juga :  Demokrat-Gerindra Sepakat Jaga Stabilitas Politik Nasional

“Bagaimana aspirasi masyarakat bisa ditampung, jika anggota legislatif dipilih oleh partai politik,” ujar

Bukan hanya itu, Handarujati Kalamullah yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon ini mengungkapkan, sistem proposional tertutup akan menganggu konsentrasi para calon anggota legislatif.

“Selama ini kami mendorong para calon anggota legislatif turun ke masyarakat untuk menyerap aspirasi masyarakat. Jika sistem ini diterapkan maka mereka akan patah semangat,” ujar Andru. (Why)

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Anggaran Penginapan DPRD Kab Cirebon Mencapai Rp4,31 Miliar

Wednesday, 15 April 2026 Utama

Tuntut Gaji Layak, PPPK Paruh Waktu Lapor ke DPRD Kota Cirebon

Wednesday, 15 April 2026 Utama
Terbaru
  • BPS dan Kadin Sinergi Sensus Ekonomi 2026 di Kota Cirebon
  • Anggaran Penginapan DPRD Kab Cirebon Mencapai Rp4,31 Miliar
  • Tuntut Gaji Layak, PPPK Paruh Waktu Lapor ke DPRD Kota Cirebon
  • Bupati Cirebon Ajak Duta Besar Bulgaria Kerja Sama Industri
  • Partai Garuda Siap Jadi Kontestan di Pemilu Kota Cirebon
  • Waspada Info Loker PT KAI, Ini Website Resminya
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.