Mediacirebon.id – Ahmad Bahar penulis asal Blitar kembali membuat gebrakan lagi. Sebelumnya Ahmad Bahar menulis buku Setelah menulis buku Gibran The Next Presiden pada tahun 2024, kini menulis buku berjudul “Raport Merah Sang Jendral Listyo Sigit Prabowo”.
Kepada wartawan dia menjelaskan bahwa menulis buku bukan karena benci, melainkan wujud kepedulian terhadap institusi Polri. Apalagi Polri mengusung jargon PRESISI.
” Ini bentuk kritik saya kepada institusi Polri bukan berniat merusak citra Polri di mata publik,” kata Ahmad Bahar, Selasa (10/2/2026)
Bahar menilai dalam kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ada sejumlah kebijakan kurang menjunjung nilai demokrasi. Seperti kepemimpinan Listyo yang terlalu lama jadi Kapolri.
Turunnya indeks demokrasi, dugaan kriminalisasi hukum, budaya setoran, hingga istilah “no viral no justice” yang ramai diperbincangkan di masyarakat.
Ahmad Bahar menyimpulkan dalam bukunya bahwa kinerja Kapolri di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendapat nilai merah.
“Ini harus jadi bahan evaluasi bersama seluruh korps Polri untuk bisa lebih baik ke depan,” jelasnya.
Masih kata Ahmad Bahar buku setebal 236 halaman ini dibuat cukup singkat. Namun dalam menyusun bahan buku sejak tahun lalu. Materi buku berasal dari penelitian dan datang langsung ke institusi Polri.
“Hasil penelitian dan bertemu dengan masyarakat dan anggota Polri selama satu tahun. Kemudian disusun dan menjadi buku,” ungkapnya.
Buku Raport Merah Sang Jendral Listyo Sigit Prabowo bisa dipesan secara online. Ahmad Bahar mengungkapkan, sampai saat ini sudah 12 ribu dipesan. (Why)
