MediaCirebon.id – Sejumlah sudut permukiman warga di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, masih tergenangi banjir hingga Selasa (6/1/2026) siang. Sejak awal Januari, banjir datang perlahan dan berulang kali. Musibah ini membatasi aktivitas harian warga dan menggantungkan harapan pada bantuan logistik untuk bertahan di tengah situasi darurat.
Di tengah kondisi ini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program BRI Peduli hadir menyalurkan bantuan tanggap bencana bagi warga terdampak. Bantuan itu menjadi penopang kebutuhan dasar masyarakat yang harus beradaptasi dengan genangan air dan keterbatasan akses.
Melalui BRI Kantor Cabang Martapura, paket sembako disalurkan langsung kepada warga. Isinya sederhana, namun sangat berarti: beras, minyak goreng, mi instan, sarden, serta kebutuhan pokok lainnya yang dibutuhkan keluarga selama masa banjir.
Banjir yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Banjar tak hanya merendam rumah dan jalan, tetapi juga meningkatkan tekanan ekonomi warga. Aktivitas terhenti, dapur harus tetap mengepul, sementara pasokan kebutuhan sehari-hari semakin terbatas.
Branch Office Head BRI Martapura, Subkhan Efendi, menyebut penyaluran bantuan ini sebagai bentuk kehadiran BRI di tengah masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.
“Melalui program BRI Peduli, kami berupaya meringankan beban warga yang terdampak banjir. Bantuan sembako ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat,” kata Subhan dalam rilis yang diterima Mediacirebon.id pada Rabu (7/1/2025) siang.
Ia menegaskan, BRI tidak berhenti pada penyaluran bantuan semata. Koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan menyesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.
Program BRI Peduli sendiri merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendukung pembangunan sosial dan kemanusiaan. Melalui program ini, BRI berupaya menerjemahkan tanggung jawab sosial perusahaan dalam aksi nyata, terutama saat masyarakat menghadapi bencana.
Langkah tersebut juga sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam kegiatan operasional perusahaan, di mana keberlanjutan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat.
(Muhamad Syahri Romdhon)
