Close Menu
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Media Cirebon
Home » Bekas Rel Zaman Belanda di Kalibaru Kota Cirebon Dibongkar

Bekas Rel Zaman Belanda di Kalibaru Kota Cirebon Dibongkar

Friday, 3 April 2026
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Pemerhati cagar budaya Keraton Kacirebonan, Elang Iyan Ariffudin tengah melihat pembongkaran bekas rel zaman belanda di Kalibaru Kota Cirebon
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Besi bekas rel kereta api yang membentang di Sungai Kalibaru, Sukalila Kota Cirebon dipotong-potong pekerja sebagai upaya penataan kawasan Sungai Sukalila.

Pemotongan besi bekas rel kereta api ini disayangkan oleh Pemerhati cagar budaya Keraton Kacirebonan, Elang Iyan Ariffudin. Menurut Elang Iyan besi bekas rel kereta api itu merupakan saksi sejarah perkembangan transportasi di Kota Cirebon.

Bukan hanya itu, besi rel kereta api jadi saksi bisu bahwa di wilayah Sukalila dan sekitarnya pernah menjadi pusat perekonomian Kota Cirebon. Sebab pada zaman dulu, distribusi logistik dari Pelabuhan Cirebon ke Stasiun Kejaksan menggunakan kereta api.

“Saya lihat ternyata besinya sudah dipotong-potong beberapa bagian, sangat disayangkan sekali. Seharusnya sebelum diesekusi harus konsultasi dengan pemerintah terlebih dulu,” katanya kepada wartawan, Jumat (3/4/2026)

Lihat Juga :  WBK Jadi Destinasi Favorit Saat Lebaran di Kota Cirebon

Elang Iyan menceritakan, sebelum terkenal sebagai wilayah Kalibaru, lokasi ini dulu terkenal dengan nama Pakootookan atau orang Cirebon mengucapkan dengan nama Peklutukan.  Pakootookan adalah sub-nomor urut 101 di wilayah division Cheribon dalam administrasi kolonial Inggris pada 1815–1816.

Pada awal abad ke-20, Jalan Peklutukan menjadi jalur penting yang menghubungkan berbagai kawasan, mulai dari Kesenden hingga jembatan Kalianyar. Di sepanjang jalur tersebut terdapat permukiman warga seperti Kebonbenteng, Kemlaten, hingga Kebonbaru, sementara sisi lainnya masih berupa area persawahan.

Ia menambahkan, di kawasan itu juga pernah berdiri fasilitas penting seperti pabrik gas (Gaspabriek) dan rumah sakit pribumi yang kini menjadi Polres Cirebon Kota.

Lihat Juga :  Obyek Wisata Anti Galau, Tawarkan Berbagai Wahana Wisata

Selain itu, terdapat pula Pasar Ikan (Vischpasar) dan galangan kapal (Scheepstimmerwerf) yang menandai aktivitas ekonomi pesisir pada masa itu.

“JalanPeklutukan berubah nama menjadi Jalan Kapten Samadikun, untuk mengabadikan tokoh pejuang kemerdekaan yang gugur dalam pertempuran laut di perairan Cirebon,” jelasnya.

Jika bekas besi rel itu tidak dibongkar, maka bisa menjadi salah satu cagar budaya di Cirebon yang perlu dilestarikan. Agar generasi penerus mengetahui bahwa kawasan Sukalila memiliki sejarah perkembangan Kota Cirebon di masa lalu sampai saat ini.

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

HTM Rp35 Ribu, Yuk ke Goa Sunyaragi ada Festival Lumi Land

Friday, 27 March 2026 Wisata & Kuliner

Kolam Renang Bukit Lumpang, Wisata Murah Pemandangan Indah

Friday, 19 December 2025 Wisata & Kuliner
Terbaru
  • Bongkar Rel KA Zaman Belanda Bikin Gaduh, Walikota Minta Maaf
  • Ingin Mediasi, Kuasa Hukum HSG Bantah Selingkuh
  • Selly: Terima Kasih Polri, Buronan Kasus Korupsi Bansos Berhasil Ditangkap
  • Diduga Selingkuh, Kades Kedungjaya Laporkan Anggota DPRD Kota Cirebon ke Polisi
  • Kabur ke Lampung, DPO Korupsi Bansos PKH Desa Mundu Berhasil Dirungkus
  • Ruas Jalan Kartini Kota Cirebon Akan Diaspal, Anggaran Rp4 Miliar
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.