Mediacirebon.id – Puluhan motor mogok akibat terjang banjir di jalan Wahid Hasyim, Desa Kanci, Kecamatan Astanajapur, Kabupaten Cirebon pada Jum’at, (26/12/2025).
Banjir setinggi 50 centimeter mulai terjadi setelah hujan turun deras sejak pukul 15.30 WIB. Akibatnya, arus lalu lintas di jalur tersebut sempat tersendat karena kendaraan harus melintas secara bergantian dan mogok.
Salah seorang pengguna jalan, Nina, mengaku motornya mati saat melintasi genangan banjir sepulang kerja. Ia mengaku terjebak dari pukul 17.30 WIB, serta tidak berani menerjang banjir.
“Saya baru pulang kerja, memang tadi sore hujannya besar, jadi motor saya mogok,” ucap Nina.
Wati, mengatakan banjir di wilayahnya kerap terjadi setiap kali hujan dengan intensitas tinggi. Menurutnya, salah satu penyebab banjir adalah banyaknya bangunan yang berdiri di atas aliran sungai sehingga menghambat laju air.
“Kalau hujan deras pasti banjir. Banyak bangunan di atas sungai yang bikin aliran air tidak lancar. Tahun 2024 sempat ditegur Satpol PP supaya dibongkar, tapi pemiliknya menolak dan minta kompensasi,” katanya.
Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni mengatakan pihak kepolisian telah menyiagakan personel untuk membantu penanganan banjir, khususnya dalam pengaturan lalu lintas dan bantuan kepada warga terdampak.
“Kami bersama BPBD, anggota DPRD, Forkopimcam turun di Desa Kanci Kulon untuk mengatur arus lalu lintas serta membantu masyarakat yang terdampak banjir,” katanya.
Pihaknya juga menurunkan 300 personel untuk membatu masyakat yang terdampak banjir yang ada di Kabupaten Cirebon.
“Polresta Cirebon bersama jajaran Polsek Astanajapura membantu mendorong motor warga yang mogok terdampak banjir yang terjadi di Desa Kanci,” tambahnya. (Aap)
