Close Menu
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Media Cirebon
Home » APJATEL Jabar: Provider Diminta Patuh Kebijakan Daerah
Utama

APJATEL Jabar: Provider Diminta Patuh Kebijakan Daerah

Thursday, 19 February 2026
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Petugas provider tengah mengikat kabel yang sermawut di Kota Cirebon
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi ·(APJATEL) Jawa Barat meminta provider patuh terhadap kebijakan di setiap daerah, salah satunya di Kota Cirebon. Terlebih keberadaan kabel sangat menganggu estetika kota. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon mulai merapihkan kabel yang menjuntai di ruas jalan protokol. Sebelum kabel di tanam dengan metode ducting, untuk sementara kabel iikat atau braiding.

Ketua APJATEL Jawa Barat, Yudiana Arifin mengatakan, pihaknya melibatkan 18 provider di Kota Cirebon dalam proses braiding. Dengan personel yang ada pihaknya yakin sebulan proses braiding selesai.

Lihat Juga :  Instansi Lintas Sektoral Cek Jalur Pantura, Ini Hasilnya

“Provider yang lebih memahami cara braiding jadi kamu libatkan semuanya. Semoga selesai sesuai target,’ kata Arifin kepada wartawan, Kamis (19/2/2026)

Masih kata Arifin, sembari braiding, pihaknya mematangkan proses ducting. Sebab sebelum dilakukan ducting pihak provider harus menandatangani MoU dengan pemerintah. Untuk memastikan ducting kabel berjalan dengan baik dan tidak ada pihak yang dirugikan.

“Harus ada kepastian hukum dan kesepakatan yang jelas demi menjaga iklim bisnis telekomunikasi berjalan dengan baik dengan aturan yang baru,” kata Arifin.

Secara teknis sambung Arifin, ketika nanti ducting sudah berjalan, maka provider harus menyediakan kabel baru dengan ukuran menyesuaikan kebutuhan. Mengenai anggaran provider yang bertanggungiawab, bukan pemerintah.

Lihat Juga :  Pelatihan Digital Marketing, Mampu Tingkatkan Daya Saing UMKM

“Jelas berbeda antara kabel di atas dan di bawah jadi harus ganti yang baru. Anggaran rereoangan antar provider,” katanya.

Arifin menyadari keberadaan kabel yang menjuntai sermawut di sepanjang jalan protokol mengganggu estetika kota. Menurut Arifin, banyaknya kabel lantaran persaingan provider dalam menyediakan jaringan telekomunikasi untuk pelanggan.

“Sayangnya esetika kota tidak dijaga dengan baik. Parahnya bukan hanya kabel tapi juga banyak tiang berdiri bukan pada tempatnya,” tambah Arifin.

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Previous ArticleSekda Jabar Tegaskan Pentingnya Jiwa Kepimpinan Siliwangi
Next Article Daop 3 Cirebon Bersama Karang Taruna Sosialiasi Keselamatan Perlintasan Sebidang

Related Posts

Kinerja 1 Tahun Edo-Farida Belum Optimal Kelola Perumda

Friday, 20 February 2026 Utama

3 Pasar BOT, Perumda Pasar Berintan Klaim Manajemen Sehat

Friday, 20 February 2026 Utama

Satu Tahun Edo-Farida, Penataan Infrastruktur Paling Dominan

Friday, 20 February 2026 Utama
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.