Close Menu
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Media Cirebon
Home » Agar Bansos Tepat Sasaran, Rumah Warga Mampu Ditempel Stiker
Utama

Agar Bansos Tepat Sasaran, Rumah Warga Mampu Ditempel Stiker

Thursday, 8 January 2026
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
gambar ilustrasi IA rumah keluarga mampu penerima bansos di pasang stiker
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Rumah keluarga mampu seharusnya perlu dipasang stiker. Agar penerima bansos di Kabupaten Cirebon tepat sasaran. Mengingat Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) masih carut marut.  

Demikian dikatakan Ketua Forum Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Kabupaten Cirebon, Dr. Iis Krisnandar kepada wartawan, Kamis (8/1/2026)

‎”Pada zaman saya ditempel. Sekarang pemerintah daerahnya kurang ada peduli terhadap warga miskin,” ujar Iis.

‎Iis mencontohkan proses verifikasi penerima bansos seharusnya dilakukan secara terbuka di tingkat desa. Rumah warga yang tergolong mampu dapat ditandai agar tidak lagi menerima bantuan.

‎”Contohnya mengenai verifikasi orang-orang yang memang mampu dicat saja rumahnya atau di tempelin stiker,” katanya.

Lihat Juga :  Dinyatakan Aman, Pemkot Cirebon Pilih 3 Lokasi Pembuangan Sedimentasi Sungai Sukalila

Bukan hanya itu, dia mendesak ‎Ia data penerima bansos di tingkat desa diumumkan secara terbuka atau dipajang di papan pengumuman desa. Cara ini memberi ruang bagi masyarakat untuk ikut mengoreksi data.

“Jadi warga bisa menilai mana yang salah dan mana yang memang benar-benar harus menerima bansos,” tegasnya.

‎Iis mendorong pembaruan data dilakukan secara priodik rdan diumumkan kembali ke publik. Seluruh penerima bantuan, mulai dari BPJS, BPNT, hingga bansos lainnya, dinilai perlu dipajang di papan pengumuman desa.

‎Iis menilai keterbukaan data akan mendorong partisipasi warga dalam memperbaiki validitas penerima bantuan.

Lihat Juga :  Bawaslu Kota Cirebon: Sebanyak 35 Kegiatan Kampanye Tidak Dilaporkan

‎”Biasanya masyarakat di desa kepingin tahu nih. Karena untuk memperbaharui data harus ada protes. Coret yang kaya, yang miskin masuk,” kata dia melanjutkan.

‎Iis menegaskan sistem tertutup justru membuat kesalahan data terus berulang. Ia mengaku pernah mengumumkan penerima bansos dari kalangan aparatur negara hingga tenaga medis.

‎”Tapi kalau itu diam-diam ya enggak mungkin bisa, harus terbuka. Waktu zaman saya, saya umumkan ada PNS yang menerima bansos juga saya umumkan. Waktu itu ada 33 dokter juga dapat bansos saya umumkan, akhirnya kan dia malu,” pungkasnya. (Why)

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Previous ArticlePAD Parkir Melempem, Komisi I DPRD Kota Cirebon Berang
Next Article BRI Peduli Buka Akses Pelatihan dan Pemagangan bagi Penyandang Disabilitas

Related Posts

Lempar Batu pada Kereta Api Terancam Sanksi Pidana

Friday, 9 January 2026 Utama

Masih Buang Sembarangan, Sampah Menumpuk di Sungai Kedungpane

Friday, 9 January 2026 Utama

Saldo Uang Urunan Menteri PKP di BAZNAS Hanya Rp265 juta

Thursday, 8 January 2026 Utama
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.