Close Menu
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Media Cirebon
Home ยป Curah Hujan Tinggi, Banjir di Cirebon Rendam Ratusan Rumah
Utama

Curah Hujan Tinggi, Banjir di Cirebon Rendam Ratusan Rumah

Thursday, 29 January 2026
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Curah hujan dengan intensitas sedang di wilayah Kabupaten Cirebon menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Curah hujan dengan intensitas sedang di wilayah Kabupaten Cirebon menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Banjir merendam ratusan rumah warga merusak puluhan hektare tanaman padi.

Data Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon banjir terjadi di Delapan desa yang tersebar di empat kecamatan. Diantaranya Desa Ujung Gebang, Bunder, Bojongkulon, Kedongdong, Susukan, Bayalangu Kidul, Panguragan Kulon dan Karang Anyar.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cirebon Samsul Huda mengatakan, daerah tersebut jadi langganan banjir saat musim huian. Apalagi diperparah dengan luapan sungai yang melintas di empat kecamatan tersebut.

“Sungai Wangan Ayam, Sungai Winong dan Sungai Kali Wetan sering meluap karena tidak mampu menampung hujan dan air kiriman dari. majalengka,’ tuturnya.

Lihat Juga :  HLH Sedunia, Bupati Cirebon Ajak Masyarakat Pilah Sampah

Banjir juga disebabkan adanya sidementasi atau pendangkalan sungai di sungai besar tersebut. Bukan hanya itu saluran drinase di jalan yang melintas di wilayah empat kecamatan tidak bekerja maksimal.

“Persoalannya komplek jadi bukan hanya hujan tapi ada faktor lain yang menyebabkan banjir,” paparnya.

Masih kata Samsul, dampak dari banjir ribuan rumah warga terendam. Totalnya ada 312 rumah, 1273 jiwa dari 425 kaluarga, yang terdampak banjir. Saat ini warga sudah kembali ke rumahnya, namun tetap waspada adanya banjir susulan.

Lihat Juga :  Reses HSG, Warga Katiyasa Baru Minta Gas Alam dan Perbaikan Drainase

“Alhamdullilah tidak ada yang mengungsi akibat bencana banjir tersebut. Beberapa daerah sudah surut dan jalan sudah bisa di lalui oleh kendaraan,” kata Samsul

Pihaknya menawarkan solusi dengan internalisasi program konservasi tanah dan air berupa Saluran Pembuangan Air (SPA) di lahan pertanian dan permukiman. Hal ini untuk meningkatkan pengaturan dan menurunkan potensi longsor dan akumulasi air.

“Program tersebut melibatkan semua pihak bukan hanya pemerintah daerah. Ini baru rencana nanti dibahas lebih lanjut dengan dinas terkait,” ujarnya. (Why)

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Previous ArticleRuang KBM Terbatas SDN 1 Palimanan Barat Butuh Perhatian Pemerintah
Next Article Tengah Dikaji, BUMD Barjas Akan Berdiri di Kabupaten Cirebon

Related Posts

Pemkot dan KONI Mulai Persiapan PORPROV XVJabar 2026

Friday, 30 January 2026 Utama

Tahun 2025, Daop 3 Cirebon Tutup 16 Palang Pintu Ilegal

Friday, 30 January 2026 Utama

Tengah Dikaji, BUMD Barjas Akan Berdiri di Kabupaten Cirebon

Friday, 30 January 2026 Serba Serbi
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.