Mediacirebon.id – Curah hujan dengan intensitas sedang di wilayah Kabupaten Cirebon menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Banjir merendam ratusan rumah warga merusak puluhan hektare tanaman padi.
Data Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon banjir terjadi di Delapan desa yang tersebar di empat kecamatan. Diantaranya Desa Ujung Gebang, Bunder, Bojongkulon, Kedongdong, Susukan, Bayalangu Kidul, Panguragan Kulon dan Karang Anyar.
Sekretaris BPBD Kabupaten Cirebon Samsul Huda mengatakan, daerah tersebut jadi langganan banjir saat musim huian. Apalagi diperparah dengan luapan sungai yang melintas di empat kecamatan tersebut.
“Sungai Wangan Ayam, Sungai Winong dan Sungai Kali Wetan sering meluap karena tidak mampu menampung hujan dan air kiriman dari. majalengka,’ tuturnya.
Banjir juga disebabkan adanya sidementasi atau pendangkalan sungai di sungai besar tersebut. Bukan hanya itu saluran drinase di jalan yang melintas di wilayah empat kecamatan tidak bekerja maksimal.
“Persoalannya komplek jadi bukan hanya hujan tapi ada faktor lain yang menyebabkan banjir,” paparnya.
Masih kata Samsul, dampak dari banjir ribuan rumah warga terendam. Totalnya ada 312 rumah, 1273 jiwa dari 425 kaluarga, yang terdampak banjir. Saat ini warga sudah kembali ke rumahnya, namun tetap waspada adanya banjir susulan.
“Alhamdullilah tidak ada yang mengungsi akibat bencana banjir tersebut. Beberapa daerah sudah surut dan jalan sudah bisa di lalui oleh kendaraan,” kata Samsul
Pihaknya menawarkan solusi dengan internalisasi program konservasi tanah dan air berupa Saluran Pembuangan Air (SPA) di lahan pertanian dan permukiman. Hal ini untuk meningkatkan pengaturan dan menurunkan potensi longsor dan akumulasi air.
“Program tersebut melibatkan semua pihak bukan hanya pemerintah daerah. Ini baru rencana nanti dibahas lebih lanjut dengan dinas terkait,” ujarnya. (Why)
