Mediacirebon.id .- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan selama musim hujan. Pasalnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menghantui.
Data di Dinkes Kabupaten Cirebon Hingga Januari 2026, tercatat 37 kasus DBD. Jumlah ini cukup mengkhawatirkan jika di bandingan data pada tahun lalu.
“Kami mengimbau jaga kebersihan minimal di lingkungan sekitar agar nyamuk DBD tidak berkembang biak,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Hj Eni Suhaeni melalui Ketua Tim Kerja P2PM Bidang P2P, Subhan, Kamis (29/1/2026)
Masih kata Eni, sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon masuk daerah endemik. Data di Dinkes tahun 2025 kasus terbanyak terjadi di Kecamatan Plumbon dengan 103 kasus, disusul Weru 79 kasus, Sumber 69 kasus, Palimanan 67 kasus, dan Klangenan 55 kasus.
“Masyarakat yang tinggal di daerah endemik harus lebih waspada. Hal ini berkaca dari kasus yang terjadi di daerah edemik,” jelas Eni.
Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus serta menerapkan program Satu Rumah Satu Jumantik.
“Tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti pembawa penyakit DBD harus diberantas. Caranya razin membersihkan lingkungan,” ungkapnya.
Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam tinggi mendadak disertai nyeri sendi, sakit kepala, atau muncul bintik merah pada kulit.
“Kalau terjadi gejala demikian datang langsung ke puskesmas terdekat untuk memeriksakan kesehatannya,” tutup Subhan. (Why)
