Mediacirebon.id – Komisi II DPRD Kota Cirebon meninjau langsung enam lokal bangunan kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) yang ambruk pada bagian atapnya, Selasa (27/1/2026).
Dari hasil peninjauan bangunan yang ambruk sudah berdiri cukup lama. Meski tidak ada korban jiwa namun puluhan komputer di ruangan tersebut rusak parah.
Menurut Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah, kontruksi di bagian atap bangunan tidak sebanding dengan beratnya genteng tanah. Diperparah dengan hujan yang berlangsung cukup lama.
“Kita baru tahu ternyata usia gedung ini sudah hampir 20 tahun. Setelah melihat langsung ternyata baja ringan tidak kuat menopang genteng basah akibat hujan,” ungkap Andru, sapaan akrabnya.
Atas kejadian tersebut Andru meminta, DPUTR memeriksa kondisi gedung yang masih satu lokal. Agar pristiwa serupa tidak terulang dan dikhawatirkan memakan korban jiwa.
“Kami minta diperiksa satu persatu setiap ruangan. Pastikan masih aman untuk dihuni atau sudah rawan,” ujarnya.
Komisi II DPRD juga meminta kantor Disnaker pindah ke Grage City Mall atau ke kantor eks DPMPTSP di Kebumen. “Sesuai arahan Pak Wali, bergeser saja ke beberapa titik yang lain,” jelas Andru.
Sementara itu, Kepala DPUTR Kota Cirebon, Rachman Hidayat menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap bangunan, termasuk mencoba mempelajari struktur bangunan sehingga bisa dicari apa yang menyebabkan bagian atap ambruk.
“Pertama, diketahui bahwa usia bangunan hampir 20 tahun. Artinya memang kalau kita lihat sebetulnya sudah melalui masa konstruksi ideal,” ungkap Rachman.
Kemudian, berdasarkan keterangan dari pihak Disnaker, lanjut Rachman, ada beberapa titik bangunan yang mengalami kebocoran, dan diduga sudah berlangsung lama.
Rencana perbaikan lanjut Rachman, setelah dilakukan pemeriksaan dan menghitung angka kebutuhan anggaran. DPUTR akan melaporkan kepada Walikota, agar didorong untuk proses perbaikan.
”Mungkin besok kita dikumpulkan oleh Pak Wali dengan Pak Sekda membahas terkait dengan rencana ke depannya seperti apa. Jadi kebutuhan anggarannya sedang kita hitung,” kata Rachman. (Why)
