Mediacirebon.id – Walikota Cirebon Effendi Edo, bersama dinas terkait meninjau langsung kondisi kabel yang menggantung semrawut di Jalan Kartini, Senin (19/1/2026) siang.
Kabel ini dianggap mengganggu estetika Kota Cirebon. Bukan hanya itu bisa membahayakan pengguna jalan saat kabel putus atau menggantung ke bawah.
“Trotoarnya sudah bagus, ada lampunya tapi kabel bikin ganggu pemandangan. Sangat semrawut sekali,” kata Edo kepada wartawan.
Pemkot Cirebon berencana menata kabel dengan pemindahan jaringan kabel udara ke bawah tanah melalui penerapan sistem ducting terpadu.
Dari hasil pendataan sementara, terdapat sekitar 15 hingga 17 ruas jalan yang perlu dibenahi, dengan total panjang mencapai kurang lebih 15 kilometer.
“Dalam satu tiang saja bisa terdapat 15 sampai 20 kabel dari berbagai provider. Ini yang nanti seluruhnya akan kita pindahkan ke bawah tanah. Untuk tahap awal, kita fokus pada kabel optik,” jelasnya.
Ducting akan melibatkan penyedia layanan telekomunikasi, PLN, dan PGN. “Sudah saya minta untuk terlibat agar tidak ada kendala teknis saat pemidahan kabel,” ujarnya.
Sejauh ini program penataan kabel masih berada dalam tahap proses administrasi dan teknis. Untuk pelaksanaannya nanti, Pemkot Cirebon akan berkolaborasi dengan Apjatel (Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi) serta APJATI.
“Pelaksanaannya nanti akan dikoordinasikan bersama asosiasi. Terkait siapa yang akan melaksanakan di Kota Cirebon, itu akan ditentukan oleh mereka,” ujarnya. (Why)
