Close Menu
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Media Cirebon
Home » Perjuangan Kader KB Desa Ciguha, Lawan Jalan Terjal Demi MBG
Utama

Perjuangan Kader KB Desa Ciguha, Lawan Jalan Terjal Demi MBG

Friday, 16 January 2026
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Nurbaeti Kader KB dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) Desa Ciguha, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur,
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Jalan terjal, berbatu, tanjakan curam, dan risiko kecelakaan yang mengintai setiap hari, Nurbaeti (35) tetap melaju.

Ia bukan kurir biasa, melainkan Kader KB dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) Desa Ciguha, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur,

Nurbaeti menjadi garda terdepan distribusi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“Dorongan dari almarhum orang tua saya untuk mengabdikan diri dan melanjutkan kegiatan beliau setelah beliau berhenti menjadi kader di Desa Ciguha ini.” katanya melalui video yang dirilis oleh BKKBN.

Setiap pagi, antara pukul 07.00 hingga 08.00 WIB, Nurbaeti berangkat dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Ciguha. Ia berpacu dengan waktu, sebab makanan basah MBG harus diterima sebelum pukul 10.00 WIB agar tetap layak dan aman dikonsumsi.

“Dalam keseharian saya mengantar MBG, mulai dari saya beraktivitas di rumah, terus saya berangkat jam 7 atau jam 8. Karena MBG tidak boleh diberikan setelah jam 10 untuk makanan basah.” jelasnya.

Perjalanan yang ditempuh tidak mudah. Jarak pengantaran terjauh mencapai sekitar enam kilometer dari kantor desa, melewati jalur yang sebagian hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Risiko teknis menjadi bagian dari rutinitas yang tak terpisahkan.

Lihat Juga :  Program Pendampingan Desa, Inovasi Terbaik di Festik 2022

“Jarak terjauh saya mengantar MBG itu dari titik desa ke tempat terjauh itu sekitar 6 km. Kendalanya mungkin di perjalanan, ada keterlambatan karena jalur jalannya yang tidak mudah dilalui, lokasinya yang tidak dekat.” kata Nurbaeti

Bahkan, insiden seperti ban meletus, rem blong, hingga terjatuh sudah menjadi pengalaman sehari-hari.

“Insiden atau kejadian-kejadian selama pengantaran MBG sering; mungkin dari ban meletus, rem blong, sampai jatuh pun kita sering. Sampai-sampai setiap tiga hari sekali itu rem saya benerin ke bengkel.” ungkapnya.

Namun di balik beratnya medan, Nurbaeti memahami betul arti kehadiran MBG bagi warganya. Desa Ciguha dikenal sebagai wilayah pertanian sayur, tetapi minim akses protein hewani dan buah-buahan.

“Karena di Ciguha itu hanya ladang sayur yang banyak. Untuk ladang buah, ternak ayam, ayam petelur itu tidak ada. Jadi adanya MBG ini membantu masyarakat untuk lebih hidup sehat, makan bergizi, dan pola asuh lebih baik.” tegasnya.

Program MBG tidak hanya mengubah isi piring, tetapi juga mengubah harapan. Dede Sutini (29), salah satu ibu hamil penerima manfaat, merasakan langsung dampaknya.

Lihat Juga :  Gedung DPRD Kota Cirebon Jadi Lokasi FKJR 2025

“Saya senang sekali kepada Bu Baeti karena telah mengantarkan MBG kepada saya, kepada calon bayi saya. Sebelum ada MBG kami sangat kesulitan, jangan kan untuk yang lain, untuk makan saja agak sulit. Tapi alhamdulillah setelah adanya MBG, makan jadi bisa lah alhamdulillah, dan sangat membantu sekali buat keluarga kami.” kata Dede

Hal serupa dirasakan para ibu balita. Tutih (27) menuturkan perubahan pada anaknya setelah rutin menerima MBG.

“Respon dari penerima MBG ini alhamdulillah antusiasnya baik sekali. Dari awalnya anak tidak suka makan, tidak suka nyemil, setelah adanya MBG anak-anak jadi lebih teratur dalam makan. Dia semakin aktif dan makannya juga tambah lahap.” ujar Tuti.

Selain mengantar makanan, Nurbaeti juga memberikan edukasi langsung tentang kehamilan, menyusui, dan pengasuhan anak, menjadikan MBG sebagai pintu masuk perbaikan kualitas hidup keluarga.

Di jalur-jalur terjal Desa Ciguha, perjuangan Nurbaeti menjadi gambaran bahwa investasi masa depan bangsa tidak selalu dibangun di kota besar, tetapi juga melalui langkah-langkah sunyi yang memastikan gizi anak terpenuhi hari ini, untuk Indonesia yang lebih kuat esok hari.

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Previous ArticleLanggar Komitmen, Warga Cabut Paksa Sawit di Desa Cigobang
Next Article Bupati Cirebon: Penanganan Sampah, Banjir dan PAD Dimaksimalkan

Related Posts

Anggaran Wisuda Lansia Salimah Kota Cirebon, Dari Sedekah Minyak Jelantah

Saturday, 31 January 2026 Utama

Pemkot dan KONI Mulai Persiapan PORPROV XVJabar 2026

Friday, 30 January 2026 Utama

Tahun 2025, Daop 3 Cirebon Tutup 16 Palang Pintu Ilegal

Friday, 30 January 2026 Utama
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.