Close Menu
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Media Cirebon
Home » PJPK 2025–2029: Peta Jalan Menuju Masa Depan Indonesia

PJPK 2025–2029: Peta Jalan Menuju Masa Depan Indonesia

Wednesday, 19 November 2025
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Peluncuran Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) 2025–2029 oleh Kepala BKKBN, Wihaji, jadi momentum penting buat ngatur arah masa depan Indonesia.

Kalau diibaratkan, PJPK ini seperti GPS nasional—ngasih tahu dari mana kita mulai (angka dan data) dan mau ke mana (ya, data juga). Bedanya, semua ini harus operasional, bukan cuma administrasi buat laporan.

Wihaji menegaskan bahwa isu kependudukan itu bukan cuma soal “berapa banyak penduduk kita”, tapi seberapa berkualitas generasinya: sehat, terdidik, produktif, dan bisa ngasih kontribusi nyata.

Tantangannya ganda—mengelola pertumbuhan penduduk biar tetap seimbang sekaligus mempersiapkan diri menghadapi bonus demografi dan aging population.

Lihat Juga :  BRI Peduli Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Banjir di Kabupaten Banjar

Di dalam PJPK ada 31 indikator yang harus diwujudkan daerah. Dan semuanya bukan buat pajangan—harus terasa dampaknya di lapangan. Karena ya, kalau cuma numpuk dokumen, umur dokumen bakal lebih panjang daripada efek programnya.

Biar semakin greget, Kemendagri menyiapkan insentif 5–7 miliar buat daerah yang terbukti menjalankan indikator PJPK dengan baik. Jadi bukan cuma Gen Z yang suka “reward”, pemerintah daerah pun sekarang ikut lomba inovasi.

Nah, ini yang paling penting:
Saat ini, 20% anak muda Indonesia masih hidup dalam kondisi nggak secure—baik secara pendidikan, kesehatan, maupun akses produktif. Kalau dibiarkan “mengalir aja”, ya jangan salahkan siapa-siapa kalau Generasi Emas 2045 cuma jadi konten motivasi.

Lihat Juga :  Mahasiswa KKM Institut Padhaku dan Pemdes Kedungwungu Gelar Bakti Sosial

Padahal pusat dari semua ini sebenarnya adalah keluarga. Keluarga yang kuat itu mesin pembuat generasi yang sehat, melek literasi (digital, finansial, sosial), dan punya akses produktivitas di usia produktif.

PJPK ingin memastikan tiap keluarga bisa menghasilkan generasi yang siap bersaing, bukan cuma jadi penonton masa depan.

Intinya, kalau peta jalannya jelas, data-nya dipakai, dan daerah bergerak bareng, Indonesia nggak bakal nyasar. Dan generasi muda bakal punya panggung yang pantas, bukan sekadar harapan di tahun 2045.

Catatan Launching Dokumen PETA JALAN PEMBANGUNAN KEPENDUDUKAN TAHUN 2025-2029 oleh S Budi Winarno

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Komunikasi Organisasi sebagai Tanggung Jawab Kolektif: Refleksi atas Dinamika Rukun Tetangga dalam Membangun Iklim Sosial yang Sehat

Wednesday, 8 April 2026 Opini

Literasi Digital dan Peranannya Dalam Meningkatkan Kecerdasan Bermedia Sosial

Saturday, 28 March 2026 Opini
Terbaru
  • Nikmati Keindahan Alam Cirebon di Buper Pasirparat Cipanas Cirebon
  • Apita Hotel Cirebon Laporkan Karyawan Atas Dugaan Penggelapan Rp1,2 Miliar
  • Gaji Tak Sesuai, Karyawan Hotel Apita Cirebon Lapor ke LSM
  • Demo Dugaan Perselingkuhan, BK DPRD Pastikan Proses Tengah Berjalan
  • Demi Kemanusiaan, Kelurahan Sukapura Rawat ODGJ
  • 4 Kecamatan di Kabupaten Cirebon KLB Campak, Ini Datanya
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.