Mediacirebon.id – Bank Indonesia kembali menggelar Pekan QRIS Nasional (PQN) tahun 2025 dengan mengusung tema “Rayakan Digitalisasi, QRISnya Satu, Menangnya Banyak!”. pada 11–16 Agustus 2025 di Alun-alun Majalengka.
Agenda tahunan ini menjadi sarana untuk meningkatkan literasi dan mendorong adopsi transaksi non-tunai melalui QRIS yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal. Diselenggarakan serentak di 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia di seluruh Indonesia, PQN menghadirkan semangat digitalisasi yang menjangkau hingga ke berbagai daerah.
PQN 2025 menghadirkan beragam kegiatan edukasi, sosialisasi, dan aktivasi transaksi QRIS yang terbagi dalam rangkaian pre-event dan puncak acara. Di wilayah Ciayumajakuning, puncak kegiatan akan dipusatkan di Kabupaten Majalengka
Dikemas secara kreatif, memadukan edukasi pembayaran digital, pelestarian budaya lokal, serta pemberdayaan UMKM untuk memberikan pengalaman yang edukatif, inspiratif, dan berkesan bagi masyarakat.
Kegiatan PQN akan dimeriahkan dengan bazar UMKM dari mitra binaan Bank Indonesia yang menerima pembayaran menggunakan QRIS. Hal ini menjadi wujud nyata dukungan BI dalam mendorong transformasi digital pada sektor UMKM sekaligus memperluas ekosistem pembayaran non-tunai di wilayah Ciayumajakuning.
Kegiatan PQN ini juga berkontribusi mendorong elektronifikasi pemerintah daerah, khususnya dalam peningkatan pendapatan daerah dari pajak dan retribusi melalui penyediaan kanal pembayaran non-tunai yang beragam.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Jajang Hermawan, menyampaikan bahwa penyelenggaraan PQN 2025 di Majalengka menjadi momentum penting untuk memperluas pemanfaatan QRIS di masyarakat.
“Melalui rangkaian kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat untuk semakin terbiasa melakukan transaksi digital yang efisien dan aman,” ujarnya.
Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya PQN 2025 di Majalengka. Ia menilai bahwa kegiatan ini sangat selaras dengan program pemerintah daerah yang mendorong digitalisasi sistem pembayaran, pemberdayaan UMKM, serta pelestarian budaya lokal.
“Momentum ini diharapkan menjadi penggerak bagi kemajuan Majalengka yang lebih sejahtera, maju, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ungkapnya. (Why)
