Close Menu
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Media Cirebon
Home ยป Alami Depopulasi, Penduduk Kota Cirebon Bertambah 2,03 Persen

Alami Depopulasi, Penduduk Kota Cirebon Bertambah 2,03 Persen

Monday, 9 December 2024
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) warga Kota Cirebon di tahun 2024. Angka ini berdasarkan sensus penduduk yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon tahun 2023.

BPS mencatat pada tahun 2023 penduduk Kota Cirebon berjumlah 352.347 jiwa. Sementara pada sensus semester 1 tahun 2024 sebanyak 354.679 jiwa atau bertambah 2.332 jiwa.

Kecamatan Harjamukti menjadi daerah terpadat dengan total 129.667 jiwa sementara pekalipan dengan daerah paling sedikit penduduknya dengan 31.476 jiwa.

Kepala DPPPAPPKB Kota Cirebon, Suwarso Budi Winarno mengatakan, penambahan penduduk sebanyak 2.332 jiwa atau 2,03 persen dari penduduk Kota Cirebon. Angka itu di bawah rata-rata nasional yakni sebesar 2,1 persen.

Lihat Juga :  Perubahan Perda PDRD Disahkan, PAD PBB Berkurang Hingga Rp70 Miliar

“Kenaikannya di bawah rata-rata nasional. Artinya masih rendah,” kata Budi kepada wartawan, Senin (9/12/2024).

Budi menilai dengan angka tersebut Kota Cirebon bisa dianggap depopulasi. Maka perlu ada peningkatan jumlah penduduk di Kota Cirebon jika hal demikian terjadi. Namun dia belum pasti penyebab terjadinya depopulasi tersebut.

“Apakah angka kelahirannya atau banyak yang pindah domisili, ini harus diurai bersama. Karena faktanya ada warga Kota Cirebon yang tinggal di daerah lain,” paparnya.

Sejauh ini, upaya yang sudah dilakukan DPPPAPPKB Kota Cirebon dengan edukasi tentang kesiapan menikah dan konsep berumah tangga. Agar masyarakat memahami pentingnya menikah dan merencanakan untuk memiliki anak.

Lihat Juga :  Mudik Dari Jakarta, Satu Keluarga terkonfirmasi positif Covid-19

“Kami gencar menyampaikan ke masyarakat tentang usia menikah dan bagaimana membina keluarga sejahtera,” ungkap Budi.

Pasalnya, saat ini berdasarkan data nasional angka pernikahan masih rendah. Di tambah banyak pasangan yang setelah menikah menunda memiliki anak. Hal itu terjadi di kalangan generasi muda sekarang atau biasa disebut Gen-Z.

“Ini fenomena yang harus kami hadapi bersama. Jangan sampai terjadi depopulasi di tahun-tahun selanjutnya,” jelas Budi. (Why)

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Wakil Walikota Cirebon Pimpin Perwosi Periode 2026-2030

Thursday, 16 April 2026 Serba Serbi

Stok Menitipis, Ratusan Kapal Nelayan Sandar di PPN Kejawanan

Thursday, 16 April 2026 Utama
Terbaru
  • Wakil Walikota Cirebon Pimpin Perwosi Periode 2026-2030
  • Stok Menitipis, Ratusan Kapal Nelayan Sandar di PPN Kejawanan
  • BPS dan Kadin Sinergi Sensus Ekonomi 2026 di Kota Cirebon
  • Anggaran Penginapan DPRD Kab Cirebon Mencapai Rp4,31 Miliar
  • Tuntut Gaji Layak, PPPK Paruh Waktu Lapor ke DPRD Kota Cirebon
  • Bupati Cirebon Ajak Duta Besar Bulgaria Kerja Sama Industri
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.