Close Menu
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Media Cirebon
Home ยป KIAT Akan Optimalkan 4 Kolam Oksidasi di Kota Cirebon

KIAT Akan Optimalkan 4 Kolam Oksidasi di Kota Cirebon

Thursday, 25 July 2024
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Jajaran DPUTR Kota Cirebon bersama KIAT mendatangi langsung kolam oksidasi di Ade Irma. (Foto. Ist)
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Kemitraan Indonesia-Australia untuk Infrastruktur (KIAT) berencana mengoptimalkan kembali 4 kolam oksidasi di Kota Cirebon.

Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) di Kota Cirebon.

Ada empat kolam oksidasi yang menjadi sasaran optimalisasiSistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) yakni kolam oksidasi Kesenden, kolam oksidasi Adeirma, kolam oksidasi RInjani dan kolam oksidasi Glatik.

Kepala Bidang SDA di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon, Bagus Tony Umbara mengatakan, pihaknya sudah melakukan survei di empat kolam oksidasi tersebut bersama manajemen dari KIAT

“Survei lokasi sebagai bahan untuk menyusun rencana program SPALD,” kata Bagus kepada wartawan, Kamis (25/7/2/2024)

Lihat Juga :  HUT ke-104 Damkar, DPKP Targetkan Zero Accident

Menurut Bagus, kolam oksidasi yang ada masih beroperasi hanya belum optimal. Sehingga dengan program ini, diharapkan ke depan empat kolam oksidasi berfungsi secara maksimal.

“Masih digunakan sampai dengan saat ini, hanya memang belum optimal seperti pada awal peresmian pada tahun 1996,” paparnya.

Sementara itu Koordinator Kota KIAT, Doni Romdhoni Witarsa menyampaikan Kota Cirebon menjadi salahsatu dari lima daerah yang dipilih untuk lokus program Sanitation Infrastructure and Institutional Support Progam (SIIP).

Masih kata Doni, ada tiga dokumen perencanaan yang harus disusun, yakni dokumen perencanaan sektor, rencana pengembangan kapasitas dan dokumen perencanaan investasi.

Lihat Juga :  Car Free Day Kembali Dibuka, Pj Wali Kota Sebut Jadi Ajang Rekreasi dan Olahraga Bersama

“Program 2 tahun pertama, sampai Desember 2025, kita lakukan pendampingan penyusunan dokumen. Sifatnya partisipatif, melibatkan semua pihak,” jelas Doni.

Pada tahapan ini, pihaknya, bersama Pemkot melakukan kajian, terhadap kondisi empat IPAL yang ada, Dari mulai sambungan rumah, hingga ke kolam utama.

“Kajian dulu, apakah perlu optimalisasi, revitalisasi atau rehabilitasi. Eksekusinya nanti tahun 2026, melalui Kemen PUPR, direktorat sanitasi,” ujar Doni.

Doni menambahkan, dari empal IPAL di Kota Cirebon, hanya digunakan masyarakat sebanyak 30 persen. Sisanya memiliki speptiank sendiri di rumah. (Why)

 

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Bupati Cirebon Ajak Duta Besar Bulgaria Kerja Sama Industri

Tuesday, 14 April 2026 Serba Serbi

Peringatan HPSN , Wabup Cirebon Ajak Masyarakat Peduli dan Kurangi Sampah

Friday, 10 April 2026 Serba Serbi
Terbaru
  • BPS dan Kadin Sinergi Sensus Ekonomi 2026 di Kota Cirebon
  • Anggaran Penginapan DPRD Kab Cirebon Mencapai Rp4,31 Miliar
  • Tuntut Gaji Layak, PPPK Paruh Waktu Lapor ke DPRD Kota Cirebon
  • Bupati Cirebon Ajak Duta Besar Bulgaria Kerja Sama Industri
  • Partai Garuda Siap Jadi Kontestan di Pemilu Kota Cirebon
  • Waspada Info Loker PT KAI, Ini Website Resminya
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.