Close Menu
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Media Cirebon
Home » 3 Pasar BOT, Perumda Pasar Berintan Klaim Manajemen Sehat

3 Pasar BOT, Perumda Pasar Berintan Klaim Manajemen Sehat

Friday, 20 February 2026
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Kantor Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Setelah Perumda Pembangunan (PDP) dan Perumda BPR Bank Cirebon, kinerja Perumda Pasar Berintan menjadi perhatian publik. Pasalnya kedua perusahaan milik pemerintah daerah Kota Cirebon itu kini sudah tumbang

Sama seperti PDP dan Perumda BPR Bank Cirebon, Perumda Pasar Berintan sejak 5 bulan lalu  Perumda dijabat Pelaksana Tugas (Plt). Manajemen membantah bahwa Perumda Pasar Berinfan akan menyusul rekannya.

Plt dewan pengawas Iing Daiman mengatakan bahwa manajemen Perumda Pasar Berintan masih sehat. Bahkan pada tahun 2025 kemarin berhasil menyetor PAD untuk pemerintah Kota Cirebon sebesar Rp303 Juta. 

Lihat Juga :  Tandatangani Piagam, Koalisi Perubahan Resmi Dukung AniesSebagai Capres

“Kami relatif sehat kalau dibanding dengan dua Perumda yang tutup. Kami berhasil menyetorkan PAD ke Pemkot Cirebon,” kata iing yang juga menjabat sebagai Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, Jumat (20/2/2026)

Masih kata Iing, PAD Perumda Pasar Berintan berasal dari retribusi parkir dan sewa tempat di sejumlah pasar. Pasalnya, dari 10.pasar yang ada di Kota Cirebon tiga diantaranya disewa pihak ketiga atau Build-Operate-Transfer (BOT).

” BOT yakni Gunungsari Trade Center (GTC), Pasar Harjamukti dan Pasar Pagi. Sementara Pasar Balong sudah kembali milik PD Pasar,’jelas Iing. 

Lihat Juga :  Kampanye Cegah Stunting, Pemkot Cirebon Jalan Kaki ke Kota Bandung

Untuk Pasar Kanoman sendiri sudah kembali milik pihak Keraton Kanoman. Namun retribusi dan parkir masih dipungut PD Pasar. Pasar Kanoman ini sebagian milik keraton sebagian milik pemerintah.

Masih kata Iing, BOT GTC akan habis pada tahun 2036 sedangkan Pasar Harjamukti habis pada tahun 2032 dan Pasar Pagi sampai dengan tahun 2028. Sampai dengan masa kontrak habis pihaknya tidak bisa berbuat banyak.

“Kami tahu ada persoalan di GTC tapi tetap tidak bisa melakukan apapun sampai dengan habis masa kontrak,” kata Iing. (Why)

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Anggaran Penginapan DPRD Kab Cirebon Mencapai Rp4,31 Miliar

Wednesday, 15 April 2026 Utama

Tuntut Gaji Layak, PPPK Paruh Waktu Lapor ke DPRD Kota Cirebon

Wednesday, 15 April 2026 Utama
Terbaru
  • BPS dan Kadin Sinergi Sensus Ekonomi 2026 di Kota Cirebon
  • Anggaran Penginapan DPRD Kab Cirebon Mencapai Rp4,31 Miliar
  • Tuntut Gaji Layak, PPPK Paruh Waktu Lapor ke DPRD Kota Cirebon
  • Bupati Cirebon Ajak Duta Besar Bulgaria Kerja Sama Industri
  • Partai Garuda Siap Jadi Kontestan di Pemilu Kota Cirebon
  • Waspada Info Loker PT KAI, Ini Website Resminya
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.