Mediacirebon.id – Setelah Perumda Pembangunan (PDP) dan Perumda BPR Bank Cirebon, kinerja Perumda Pasar Berintan menjadi perhatian publik. Pasalnya kedua perusahaan milik pemerintah daerah Kota Cirebon itu kini sudah tumbang
Sama seperti PDP dan Perumda BPR Bank Cirebon, Perumda Pasar Berintan sejak 5 bulan lalu Perumda dijabat Pelaksana Tugas (Plt). Manajemen membantah bahwa Perumda Pasar Berinfan akan menyusul rekannya.
Plt dewan pengawas Iing Daiman mengatakan bahwa manajemen Perumda Pasar Berintan masih sehat. Bahkan pada tahun 2025 kemarin berhasil menyetor PAD untuk pemerintah Kota Cirebon sebesar Rp303 Juta.
“Kami relatif sehat kalau dibanding dengan dua Perumda yang tutup. Kami berhasil menyetorkan PAD ke Pemkot Cirebon,” kata iing yang juga menjabat sebagai Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, Jumat (20/2/2026)
Masih kata Iing, PAD Perumda Pasar Berintan berasal dari retribusi parkir dan sewa tempat di sejumlah pasar. Pasalnya, dari 10.pasar yang ada di Kota Cirebon tiga diantaranya disewa pihak ketiga atau Build-Operate-Transfer (BOT).
” BOT yakni Gunungsari Trade Center (GTC), Pasar Harjamukti dan Pasar Pagi. Sementara Pasar Balong sudah kembali milik PD Pasar,’jelas Iing.
Untuk Pasar Kanoman sendiri sudah kembali milik pihak Keraton Kanoman. Namun retribusi dan parkir masih dipungut PD Pasar. Pasar Kanoman ini sebagian milik keraton sebagian milik pemerintah.
Masih kata Iing, BOT GTC akan habis pada tahun 2036 sedangkan Pasar Harjamukti habis pada tahun 2032 dan Pasar Pagi sampai dengan tahun 2028. Sampai dengan masa kontrak habis pihaknya tidak bisa berbuat banyak.
“Kami tahu ada persoalan di GTC tapi tetap tidak bisa melakukan apapun sampai dengan habis masa kontrak,” kata Iing. (Why)
