Close Menu
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Media Cirebon
Home » 3 Pasar BOT, Perumda Pasar Berintan Klaim Manajemen Sehat
Utama

3 Pasar BOT, Perumda Pasar Berintan Klaim Manajemen Sehat

Friday, 20 February 2026
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Kantor Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Setelah Perumda Pembangunan (PDP) dan Perumda BPR Bank Cirebon, kinerja Perumda Pasar Berintan menjadi perhatian publik. Pasalnya kedua perusahaan milik pemerintah daerah Kota Cirebon itu kini sudah tumbang

Sama seperti PDP dan Perumda BPR Bank Cirebon, Perumda Pasar Berintan sejak 5 bulan lalu  Perumda dijabat Pelaksana Tugas (Plt). Manajemen membantah bahwa Perumda Pasar Berinfan akan menyusul rekannya.

Plt dewan pengawas Iing Daiman mengatakan bahwa manajemen Perumda Pasar Berintan masih sehat. Bahkan pada tahun 2025 kemarin berhasil menyetor PAD untuk pemerintah Kota Cirebon sebesar Rp303 Juta. 

Lihat Juga :  Edo-Farida Ajak Rajut Kebersamaan untuk Membangun Kota Cirebon

“Kami relatif sehat kalau dibanding dengan dua Perumda yang tutup. Kami berhasil menyetorkan PAD ke Pemkot Cirebon,” kata iing yang juga menjabat sebagai Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, Jumat (20/2/2026)

Masih kata Iing, PAD Perumda Pasar Berintan berasal dari retribusi parkir dan sewa tempat di sejumlah pasar. Pasalnya, dari 10.pasar yang ada di Kota Cirebon tiga diantaranya disewa pihak ketiga atau Build-Operate-Transfer (BOT).

” BOT yakni Gunungsari Trade Center (GTC), Pasar Harjamukti dan Pasar Pagi. Sementara Pasar Balong sudah kembali milik PD Pasar,’jelas Iing. 

Lihat Juga :  Harga Kebutuhan Pokok Jelang Ramadhan Merangkak Naik

Untuk Pasar Kanoman sendiri sudah kembali milik pihak Keraton Kanoman. Namun retribusi dan parkir masih dipungut PD Pasar. Pasar Kanoman ini sebagian milik keraton sebagian milik pemerintah.

Masih kata Iing, BOT GTC akan habis pada tahun 2036 sedangkan Pasar Harjamukti habis pada tahun 2032 dan Pasar Pagi sampai dengan tahun 2028. Sampai dengan masa kontrak habis pihaknya tidak bisa berbuat banyak.

“Kami tahu ada persoalan di GTC tapi tetap tidak bisa melakukan apapun sampai dengan habis masa kontrak,” kata Iing. (Why)

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Previous ArticleSatu Tahun Edo-Farida, Penataan Infrastruktur Paling Dominan
Next Article Kinerja 1 Tahun Edo-Farida Belum Optimal Kelola Perumda

Related Posts

Kinerja 1 Tahun Edo-Farida Belum Optimal Kelola Perumda

Friday, 20 February 2026 Utama

Satu Tahun Edo-Farida, Penataan Infrastruktur Paling Dominan

Friday, 20 February 2026 Utama

Daop 3 Cirebon Bersama Karang Taruna Sosialiasi Keselamatan Perlintasan Sebidang

Thursday, 19 February 2026 Utama
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.